Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS memangkas kenaikan setelah komentar Powell
Thursday, 20 March 2025 05:43 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY) awalnya menguat mendekati 104,00 setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada 4,5%, mempertahankan sikap hati-hati di tengah inflasi dan kondisi ekonomi yang terus berkembang. Dot plot FOMC terbaru mengungkapkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga median 3,875% untuk periode saat ini, turun dari 4,375% sebelumnya, memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga di masa mendatang.

Ke depannya, Fed merevisi perkiraan suku bunga 2025 lebih rendah menjadi 3,375%, sinyal potensi pelonggaran kebijakan sebagai respons terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan proyeksi inflasi yang tinggi. Ekspektasi PDB untuk tahun 2025 telah diturunkan menjadi 1,7% dari 2,1%, sementara pengangguran sekarang diperkirakan sebesar 4,4%, yang menunjukkan prospek pasar tenaga kerja yang lebih lemah. Selain itu, Fed mengumumkan penurunan neraca yang lebih lambat mulai bulan April, menyesuaikan pendekatan pengetatan kuantitatifnya.

Namun, Indeks Dolar AS memangkas sebagian kenaikannya menyusul konferensi pers Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Powell mengakui meningkatnya ketidakpastian dalam prakiraan ekonomi dan menekankan bahwa kebijakan tidak berada pada jalur yang telah ditetapkan sebelumnya. Ia menegaskan kembali bahwa Fed tidak terburu-buru untuk menyesuaikan suku bunga, lebih memilih untuk menunggu kejelasan lebih lanjut tentang kondisi ekonomi.

Powell juga menanggapi kekhawatiran tentang inflasi, dengan mencatat bahwa inflasi barang telah meningkat, dan dampak tarif masih sulit untuk dinilai. Sementara ia meremehkan implikasi kebijakan langsung dari kenaikan tarif, ia mengakui bahwa ketidakpastian menyelimuti dampaknya pada tekanan harga. Komentarnya memperkuat pendekatan Fed yang bergantung pada data, yang mendorong sedikit penurunan Dolar AS. Sementara itu, pada grafik harian, indeks sentimen Fed tetap dalam posisi dovish yang tampaknya menambah tekanan pada USD.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS